Posts in category

Sastra


Proses Pengarsipan Ingatan Dalam kepalaku terdapat tumpukan kardus, kotak-kotak tersusun dan bertumpuk, berisi kenangan dan ingatan. Sementara kaca yang mengelilingi setiap sudutnya, memantulkan bayangan menjadi layar tancep dua puluh empat jam. Bahkan ketika tidur, ia tetap bekerja, merekam ibu memasak sayur asem, sambal, dan ikan tongkol, menengok ayah yang tidur sambil ngorok, atau menyaksikan dua …

0 69

Akhirnya Aku Mengerti Mengapa Hidup Diciptakan Hari-hari melebur habis dirikusetiap kali aku ingin mengumpulkan gemburan tanahku sendiri, jari-jariku mengubahnya menjadi lumpur, rata dengan tanah, seperti tanah-tanah lain yang bernasib sama sepertiku. Akhirnya aku mengerti mengapa hidup diciptakan. Tidak pernah ada tempat bernaung. Tidak ada. Cuma ada masa lalu yang sekali waktu datang, dan memintaku memilih. …

0 85

Momen Tragis Sayap kupu-kupu terbakar, Lalat hijau terlelap di atas bangkai, Yang dijilatnya sendiri, dan tatap nanar, Tanah gersang, mentari mendengus geram, Sinar terik mencabik jalan,Pantulkan kesakitan dan naif, Yang menginap di sela hati. Kerontang sudah mawar, Melati membuat puisi, Mendekap diri yang mati. Sedang daun-daun lelah, Dan memilih bercumbu, Pada rindu yang limbung. Hanya …

0 198

Kepada Redaktur —yang menolak naskah saya sakit hatiAnda, jahat! Temanggung, 15 Januari 2021 Kepada Redaktur 2 ku tak tahuseperti apa hidup engkaumungkin kau pemarah tetapi, pada tiap larik yang mengetukselalu kuhormati engkaudan mengucap salam kau pun tak tahumengapa kata busuk inikusebut puisi puisi? Temanggung, 15 Januari 2021 Kepada Redaktur 3 wajahku mungkin jelekmemang, tapi akuaku …

0 82

Tahun 2020 Membuat Saya Tidak Ingin Hidup Seribu Tahun Lagi harga rokok Chesterfield naik, Bungsaya takut tidak bisa hidup seribu tahun lagikarena tahun sudah hilang dari ingatan orangseperti saya yang lebih menghargai “seribu” daripada tahunkarena tahun sudah saya tulis sebagai “Tahun”seperti saya menulis Tuhan “Mampus kau dikoyak-koyak tahun!” kata Ida kepada saya di pantai bung …

0 98

Kulihat lelaki itu kini sedang sibuk menguncir rambutnya sembari berkaca pada spion motor yang menimbulkan bayangannya. Mengapa harus kau kuncir tuan? Aku lebih suka melihatmu dengan rambut yang begitu bebas mengembang dan berantakan. Mungkin kau risih ya? Rambutmu kerap kali berantakan ketika ada angin datang. Namun itu kan resiko. Bila tak ingin berantakan gunakan saja …

0 151

Tante Genit /1/ seseorang menjual wajah –menaruhnyadi buku seorang tante genit kehilangansuami, membelinya di dalam buku, tante kitaia merancap berkali-kalipakai bahasa inggrispakai bahasa ibu berkali-kali tante kitawajahnya dicium dan ditampar – seseorangyang menjual wajah – sesuka hati tante kita tadi akhirnyajadi pegiat literasikeluar masuk sekolah tinggi–menjual wajah ke seluruh negeri /2/ dengan banyak kamus ia …

0 154

ANAK KECIL DALAM DIRIMU Sebelum semua sejarawan melupa,ada baiknya memoar ini ditulis,senyum polos kertas putih,jatuh ke daun yang sekarat membusuk,mencari langit, melihat mimpi,sastra masa kanak,dunia menyiapkan obat tidur untukmu. BERDAMAI DENGANMU Ada langit malam Jakarta di tiap semesta aku;gelap tanpa bintang, terkadang sesat seperti seorang anak tanpa ibu─juga dingin yang kadang membuat beku ujung jarimu. …

0 191

CINTAKU PADAMU cintaku padamu terbuat dari demam, batuk,dan kanker, serta semua obatnya,dua gelas kopi yang berisi matahariserta foto selfie prabowo dan jokowisetelah usai pemilu katakan padaku, lewat ponsel pintarmubahwa demikian adanyakau mencintaiku jugasampai kau mau dan siap mati katakan pada penyair, ilmuan, ulama, inul,gusdur, munir, wiji, wiranto, deddy arsya,dan pedagang rokok luffman yang selalukehilangan uang, …

0 644

KWATRIN JALAN BUNTU (I)Di senja yang berselimut lugu, susah payah kusebut namaMu,sandar-menyandar daun pintu, jarum jam berdetak amat layu,kepada Jakarta yang elegi, lampu-lampu jalanmu… mesra menari,di tempat semua mimpi diakhiri, kau dan aku dipaksa tegak berdiri. (II)Aku sudah kepalang mabuk malam itu,tersingkir kelewat jalang, ditertawakan tiang lampu;melirik lewat palang, daun pintu kian membiru,pula dalam sembahyang, …

0 849