Posts in category

Cerpen


Kulihat lelaki itu kini sedang sibuk menguncir rambutnya sembari berkaca pada spion motor yang menimbulkan bayangannya. Mengapa harus kau kuncir tuan? Aku lebih suka melihatmu dengan rambut yang begitu bebas mengembang dan berantakan. Mungkin kau risih ya? Rambutmu kerap kali berantakan ketika ada angin datang. Namun itu kan resiko. Bila tak ingin berantakan gunakan saja …

0 151

Kebahagiaan pada waktu muda adalah penyakit. Saat kau beranjak dewasa, menjadi tua, lalu menemukan penderitaan hidup, yang kau ingat adalah kebahagiaanmu waktu muda. Penyakit itu sangat sulit disembuhkan. Kenangan-kenangan indah akan terus muncul hingga pikiranmu dipenuhi bunga-bunga imajinasi, membuatmu tertidur pulas, bermimpi indah, tidak mau menerima kenyataan. Aku membencinya. Maka dari itu, aku tidak mencari-cari …

0 324

Aku kaget melihat nasi gorengku di atas meja dikerubung semut. Meski itu nasi goreng sisa tadi sore, tetap saja bikin jengkel, sebab aku memang sengaja menyisihkan nasi goreng itu untuk makan malam. Hidup di rantau dengan keuangan yang belum jejag begini memang perlu melakukan ritual-ritual semacam itu demi keseimbangan alam. Nasi goreng itu tak mungkin …

0 209

Hujan baru saja turun di penghujung tahun ini, Minggu pagi menjadi lembab, beraroma daun dan tanah basah. Herman pamit pada neneknya untuk bermain. Teman-temannya sudah menunggu di depan. Herman mengajak mereka untuk menjemput teman barunya, tetangga yang baru saja pindah dari luar kota. Pukul 8 pagi mereka mandi hujan dan berjalan-jalan menyusuri kampung di sekitar …

0 420

Bangsat! Manusia-manusia biadab! Malam ini, Halwa bukan Halwa. Kata-kata yang keluar darinya tak lagi semanis ia punya nama, kusut bukan main. Rambut yang keruntang-pungkang, tak punya arah. Mata sembab, merah menyalakan amarah. Rokok dan kepulan asap, anggur yang tetes terakhirnya mengering, buku catatan kelabu. Kamar indekos murah di pinggiran kota besar yang ia sewa dengan …

0 360

Menuju senja, seekor kucing betina bernama Siti mondar-mandir kebingungan. Keindahan senja di Kerajaan Meongis dengan semburat merah dari barat tak dihiraukannya. Siti terlihat sangat tak acuh dengan kucing-kucing lain yang sedang berkencan bersama kekasih sambil menikmati lukisan Tuhan di sore itu. Siang telah selesai tugasnya, dan rembulan mulai tampak dengan malu-malu. Joko mendatangi rumah Siti …

0 309

Tepat jam 11 siang nanti, gempa waktu terjadi di kamarmu. Melipat semesta yang sudah terlanjur berantakan, membawamu kembali pada percakapan di balik pintu semalam. Mungkin ini adalah hal yang mustahil. Tapi percayalah padaku, terkadang waktu bergerak secara misterius. Tapi begini saja, coba bayangkan waktu adalah sebuah hamparan lempengan tanah yang terdiri atas beberapa lapisan, seperti …

0 345