Sependek Sajak: Sehimpun Puisi Maulidan Rahman Siregar

Lihat begitu parahnya / mereka menyusun diksi. / Dengar begitu cengengnya / mereka menaruh bunyi.

Tante Genit

/1/

seseorang menjual wajah –menaruhnya
di buku

seorang tante genit kehilangan
suami, membelinya

di dalam buku, tante kita
ia merancap berkali-kali
pakai bahasa inggris
pakai bahasa ibu

berkali-kali tante kita
wajahnya dicium dan ditampar – seseorang
yang menjual wajah – sesuka hati

tante kita tadi akhirnya
jadi pegiat literasi
keluar masuk sekolah tinggi
–menjual wajah ke seluruh negeri

/2/

dengan banyak kamus
ia bertemu polisi bahasa
yang menemukan kata baru
untuk dua biji di celana

/3/

dengan banyak doa
dan kalimat-kalimat baik
yang ia temukan di komik
surga dan neraka, tante kita
bertemu ulama yang menjadikan
poligami sebagai hobi, secara otodidak
tante kita, mulai mengkaji dan mendalami
kegunaan dosa pahala di bumi

/4/

semakin panjang umur tente kita
semakin banyak yang ia baca

/5/

tante kita kemudian terkenal
dikejar banyak partai
beritanya selalu ramai
di berbagai media

kadang ia terselip di antara pramugari
yang rajin masturbasi
kadang ia terselip di antara penyair
yang suka dapat banyak bini

kadang ia muncul di mulut politisi
kadang ia muncul di sampul majalah
berjudul ibu pertiwi

wajah tante dan ukuran kutangnya
dihapal seluruh perempuan di bumi

/6/

berjoged tante kita berjoged

/7/

di ujung karir tante kita
ia mulai bertanya
bagaimana caranya bergenit-genit
dengan yang namanya mati

Januari, 2020

Tertidur

Aku menulis puisi ini dan sedang mengantuk.
Kekasih lamaku mengirim wajah anaknya di instagram.
Lengkap dengan bunga matahari, sepeda kecil, dan dua lembar uang lima ribuan.
Anaknya sedang digendong seorang lelaki tampan, berhidung maju dan lucu.

Dalam tidur, aku menemukan kekasih lamaku.
Dia sedang tidak pakai baju, dan mengajakku bermain.
Bermain api!

Dalam tidur, aku terbakar.
Dan terbangun dengan wajah seperti api.

2019

Sependek Sajak

Kau di dalam aku.
Aku berlari, mengejar ruh.
Jatuh aku, rapuh aku.
Tapi tidak mati.
Belum mau mati.

Kau kira, kira-kira apa
yang diinginkan sajak tolol ini?

Lihat begitu parahnya
mereka menyusun diksi.
Dengar begitu cengengnya
mereka menaruh bunyi.

2018

Setelah Kau Menikah

setelah kau menikahi angin
dan menanam batu-batu di perutmu

bagaimana kalau aku hilang saja dari bumi?

biar kau tak kenal apa itu puisi
biar kau tak dimabuk kata

kata pertama yang menusuk ruh
dan memintamu kembali ke surga

2018

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *