Sweet Home: Replika Kehancuran dan Penanggulangannya

Walaupun di keadaan tertekan, nilai kemanusiaan harus selalu kita pegang untuk bertahan hidup bersama.

Sweet Home (2020) adalah serial drakor (drama korea) yang diangkat dari webtoon populer korea dan dibaca sebanyak 1,2 miliar kali secara global. Drama thriller ini disutradarai oleh Leung Eung-Bok yang karya dramanya kerap laris dan ditonton banyak orang; sebut saja Goblin: The Lonely and Great God (2016), dan Descendants of the Sun (2016). Ditambah, Sweet Home menjadi drama Korea Netflix dengan biaya produksi termahal. Dilaporkan, Netflix harus menginvestasikan sebanyak Rp 385 miliar untuk seluruh episode, atau Rp34,2 miliar per episodenya untuk mendapatkan efek visual dari dunia fantasi senyata mungkin.

Kalau dipikir-pikir, Sweet Home dan hidup di tengah pandemi Covid-19 masih memiliki kesamaan, yaitu sama-sama berbicara bagaimana bertahan hidup. Drama ini, pun, menghadirkan situasi dunia yang kolaps karena adanya wabah misterus yang membuat penyintasnya berubah menjadi monster—meski wabah Covid-19 tidak demikian.

Dalam serial ini, tokoh utamanya adalah Cha Hyun-Su (Song Kang), seseorang yang baru pindah ke sebuah apartemen kumuh bernama green home untuk mengakhiri hidupnya, setelah kehilangan seluruh anggota keluarganya karena kecelakaan tragis. Sebagai pendatang baru, sosok Hyun-Su mengalami kejadian aneh di apartemen, mulai dari satpam yang mimisan dan terus mengawasi di depan kamarnya, lalu tetangganya yang sudah menjadi monster dan memakan kucing peliharaannya sendiri, hingga dia sendiri yang mengalami gejala mimisan itu.

Seolah wabah parasit yang sudah tersebar luas dan menginfeksi seluruh manusia menjadi zombie di film Resident Evil, begitu juga yang dirasakan Hyun-Su dan para penghuni kamar di apartemen, mereka menyadari bahwa dunia sudah antah-berantah dan porak-poranda karena ulah para monster yang dulunya adalah manusia.

Untuk bertahan hidup, seorang penghuni indekos lain bernama Eun Hyeok (Lee Do-Hyun) harus menjadi pemimpin selama terkurung di apartemen, dengan mengumpulkan seluruh penghuni apartemen di satu tempat dengan saling merangkul satu sama lain, dan berjuang bersama untuk bertahan hidup. Namun, di sisi lain, sosok Hyun-Su mulai tidak terkendali karena sudah dikuasai monster yang merupakan hasrat gelap yang timbul dari keputusasaan dirinya sendiri; dia bertarung dengan monster itu di alam bawah sadar dan akhirnya bisa mengendalikan hasratnya.

Mengetahui Hyun-Su yang sudah tertular, Eun Hyeok mengadakan japat (rapat) kepada seluruh penghuni indekos, dan Hyun-Su pun tetap dibolehkan hidup bersama dengan syarat diisolasi di suatu ruangan. Dengan mengandalkan setiap kemampuan masing-masing penghuni, mereka saling melengkapi dengan mengambil perannya dalam bertahan hidup hingga wabah berakhir.

Nilai-nilai berikut ini bisa kita ambi dan terapkan dalam bertahan hidup di tengah pandemi yang memang mirip seperti film Sweet Home.

Kenali gejala awal

Sebagai seorang penyintas, kita harus mengenali gejala awal yang ditimbulkan dari wabah Covid-19 ini agar tahu penanganan selanjutnya. Itulah yang dilakukan seluruh penghuni apartemen green home saat mengetahui gejala awal seperti hipotermia, mimisan, dan sering pingsan sebelum menjadi monster.

Jika ada gejala yang umum seperti demam berhari-hari, batuk kering, atau mudah kelelahan, maka segera lakukan pengecekan entah melalui SWABTest, Rapidtest Antigen, atau Rapidtest Antibodi. Tidak hanya itu, gejala yang tidak umum juga sebaiknya harus diketahui dan diwaspadai seperti hilangnya indera perasa dan penciuman, sakit kepala, konjungktivitis (mata merah), diare dan lain-lain.

Sehingga, jika sudah ketahuan positif, kita bisa mengambil tindakan pertama yaitu isolasi mandiri dan makan makanan bergizi di rumah, juga harus mendapat penganan lanjutan jika gejalanya mulai parah seperti sesak napas, nyeri dada, dan hilangnya kemampuan berbicara dan bergerak.

Tapi kalau nyeri dadanya karena diputusin doi, ya susah juga!

Cermati aturan yang ada

Jika ada kesalahan, maka terbitlah peraturan. Jika sudah tahu penyebarannya, maka perlu tahu juga cara mencegahnya melalui peraturan-peraturan tadi. Agaknya begitulah yang ditanamkan serial Sweet Home dalam benak para penonton.

Ketika penghuni apartemen tahu penyebab wabah ini karena keputusasaan, maka mereka mencegahnya dengan selalu mendukung dan melengkapi sesama, padahal belum saling mengenal, tapi sudah dekat aja! Eh tapi ini beneran, mereka juga selalu cek suhu tubuh setiap jam delapan malam, dan mengisolasi seseorang yang tertular di ruangan terpisah.

Jika ada aturan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) untuk menghindari paparan virus corona, maka harus diikuti. Pakailah masker yang benar dan mampu menangkal virus, bukan pakai masker buat wajah glowing aja, kan percuma wajah bersih tapi batuk-bersin, orang-orang juga bakal menjauh.

Kemanusiaan

Walaupun di keadaan tertekan, nilai kemanusiaan harus selalu kita pegang untuk bertahan hidup bersama. Hal serupa juga dicontohkan sosok Eun Hyeok sebagai pemimpin ketika menentukan keberadaan Hyun-Su nantinya, ia tetap memilih jalan demokrasi dengan mengadakan jajak pendapat untuk seluruh penghuni, lebih lagi, para penghuni apartemen juga saling merangkul dan menolong satu sama lain meski tak saling mengenal, dengan mengambil peran masing-masing sesuai kemampuan. Mereka tetap tertib dan tidak panik walupun dunia di luar apartemen sedang ambruk,

Dan terakhir, setiap korban yang meninggal, baik karena melawan monster dan mengorbankan nyawanya atau karena takdir tuhan, tetap dikuburkan layaknya manusia, karena mau bagaimanapun, mereka tetap berasal dari manusia.

Begitu juga kita yang seharusnya harus saling menolong sesama dan menghargai nilai kemanusiaan, mulai dari memberi makanan, membeli produk UMKM, menjadi relawan tanggap covid-19, menggalang dana untuk kelompok penyintas yang kurang mampu, atau melakukan Program Padat karya Tunai (PPKT) seperti pembentukan unit usaha mandiri.

Perjuangan kita sebagai penyintas pandemi adalah menerapkan protokol kesehatan dalam keseharian, jangan sia-siakan mereka yang sudah berkorban dengan menyepelekan pandemi, tidak percaya boleh saja, tapi taati aturan yang telah dibuat bersama.

Kabar terakhir menyebutkan bahwa virus corona telah bermutasi semakin ganas, dan hadir dengan varian baru yang tidak kita harapkan kehadirannya. Tandanya, kita telah bertahan melewati raja pertama, dan akan melawan raja di the next level. Untuk menghadapinya, pastilah diperlukan amunisi lebih banyak seperti tidak hanya jaga jarak tapi juga membatasi mobilitas, dan menjauhi kerumunan.

Cerita serial Sweet Home ini adalah replika amit-amit dari keadaan dunia yang sedang hancur-hancurnya dan populasi yang tersisa untuk bertahan hidup dengan isolasi di sebuah apartemen secara serentak. Pilkada saja bisa serentak, kenapa karantina tidak? Membuat klaster baru Covid-19 di TPS saja berani, kenapa menjamin kesehatan rakyat tidak?

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *