Tahun 2020 Membuat Saya Tidak Ingin Hidup Seribu Tahun Lagi: Sehimpun Puisi Kunoizzm

saya takut tidak bisa hidup seribu tahun lagi / karena tahun sudah hilang dari ingatan orang / seperti saya yang lebih menghargai “seribu” daripada tahun

Tahun 2020 Membuat Saya Tidak Ingin Hidup Seribu Tahun Lagi

harga rokok Chesterfield naik, Bung
saya takut tidak bisa hidup seribu tahun lagi
karena tahun sudah hilang dari ingatan orang
seperti saya yang lebih menghargai “seribu” daripada tahun
karena tahun sudah saya tulis sebagai “Tahun”
seperti saya menulis Tuhan

“Mampus kau dikoyak-koyak tahun!”
kata Ida kepada saya di pantai bung ditinggalkan

Casablanca, 2021

Pada Suatu Subuh Membaca Buku Latihan Tidur

setelah sholat subuh dan tidak lupa saya berdoa
dengan membaca buku Latihan tidur milik mas Jokpin
dan sesekali tertawa karenanya
saya meminjam kata mas Butet “uasuwoook,
bisa dia bikin puisi macam kopi gini!?”

pada suatu subuh sebelum saya tidur
masih berdoa dengan Buku Latihan Tidur
saya berdebat dengan diri saya
akankah saya tidur atau berlatih tidur
sambil memejam dan berlatih memejam
tanpa bayanganmu di pangkal ujung tidurku

Tetouan, 2020

Jadi Begitu

kata begitu sungguh aneh
dia mengajarkan saya
agar jangan begitu
karena melukai orang lain begitu buruk
dia juga mengajarkan saya agar begitu
karena mencintai begitu indah
lanjutnya dengan mengingatkan
juga begitu menyakitkan
kadang kala dia mengajarkan saya begitu
membela orang lain dengan mengatakan:
begitu-begitu dia baik sama kamu lho!
dia juga mewanti-wanti agar saya begitu
begitu ya begitu
begitu mosok begini?
dia juga kadang begitu
begitu juga boleh
atau
boleh juga begitu
atau
begitu boleh juga
atau
boleh begitu juga

yang paling mengagetkan dia pernah tanya begitu
Apakah kalau saya bukan golongan Anda, saya tidak boleh hidup Bahagia, begitu?

Casablanca, 2020

Bekas Kencing di Buku Puisi

saya sedang membaca untuk kedua kalinya buku puisi
di halaman 36 dan 37, di atasnya ada bekas kuning
seperti habis kena kencing
mungkin ada jin membaca puisi
di depan pembaca buku ini sebelum saya
saking khidmatnya si jin, doi sampai kencing
di tempat karena tidak ingin meninggalkan puisinya

padahal Tuhan sudah menfirmankan
“Bacalah! (termasuk buku puisi)
dengan nama Tuhanmu yang menciptakan (termasuk buku puisi)”

Tetouan, 2020

Guru Bahasa Indonesia Saya yang Baik dan Benar

guru Bahasa Indonesia saya yang baik dan benar
mengajarkan kepada saya
bahwa dicintai karena mencintai itu
lebih baik daripada mencintai karena dicintai
bahwa bermain sambil belajar itu berbeda
dengan belajar sambil bermain
bahwa berhenti makan sebelum kenyang
itu ajaran nabi
dan kenyang sebelum berhenti makan
itu bukan ajaran nabi
bahwa tidur karena ngantuk itu wajar
dan ngantuk karena banyak tidur itu tidak wajar

Guru Bahasa Indonesia saya yang baik dan benar
menyatakan bahwa
ketegasan ditandai tanda seru yang tegak
dan bertanya ditandai tanda tanya yang membungkuk

Guru Bahasa Indonesia saya yang baik dan benar
mendidik saya
Ini Budi
Ini bapak Budi
Ini ibu Budi
dan mereka adalah keluarga yang berbudi

Guru Bahasa Indonesia saya yang baik dan benar
sering menghimbau kepada saya
bahwa
perempuan mencintai laki-laki
budi adalah laki-laki
maka perempuan mencintai Budi
adalah kesimpulan, bukan kepastian

Guru Bahasa Indonesia saya yang baik dan benar
terima kasih karena telah
menceritakan kepada saya bagaimana cara mencintai
sampai mengobati sakit hati dengan puisi

Rabat, 2021

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *