Yang Beracun dan Yang Mati: Sehimpun Puisi Inas Pramoda


YANG BERACUN DAN YANG MATI

meski itu beracun
kami tetap akan memakannya
karena kami lapar
meski bibirmu gerbang neraka
aku tetap akan menciumnya
dan menceritakan puisi terakhir yang kubaca
selagi bibir kita masih berpagutan

Casablanca, Januari 2020

RENCANA MAKAN SIANG

Sayang, daripada aromamu
sungguh aku lebih terpikat dengan parfum toilet
di mall itu, yang wangi vanilla.
Jadi bagaimana kalau kita bercinta
di bilik kamar mandi saja?

Setelah itu kita akan makan
memandang laut, selagi ombak berdebur jauh
mengantar bau garam ke meja makan kita,
tanpa memperhatikan ada nelayan yang tenggelam
atau ikan-ikan yang terjerat jaringnya.

Sambil menunggu semua itu
keringat yang kita kepul seharian akan meruap
bersama sebaris senyum pelayan
yang memecahkan gelas kaca
setelah disenggol seorang pelanggan.

Menjelang sore kita akan pulang
dengan membawa perasaan bersalah masing-masing.

Casablanca, Januari 2020

DA CAPO AL FINE

angin tak juga datang
kita sama sekali lupa
seperti jendela yang berhenti terkatup
apakah kita juga takkan sampai kepada
sepasang orang tua yang kasmaran
yang rekat dan melepuh?

Casablanca, Januari 2020

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *